Sabtu, 17 April 2010

SURAT UNTUK IBU

Malam…
Ketika semua orang terlelab tidur Engkau baru saja beraktifitas
mencari sesuap nasi untuk menyambung hidup
Para lelaki hidung belang datang bergantian menghampirimu sang penghibur
kaulah pemuas nafsu bertebaran dimana-mana dibandrol dengan harga lima ribuan sampai jutaan rupiah hadir menghiasi sudut – sudut kota
Kini dari rahim seorang kupu – kupu malam bernoda dan berdosa
aku terlahir kedunia menjadi anak seorang pelacur.

Ibu…
Ku tak ingin menyalahkan takdir,
tapi pantaskah engkau ku panggil Ibu…?
setelah engkau melantarkan aku dalam penderitaan yang berkepanjangan,
hidup terlahir dalam keterbatasan,
dibesarkan tanpa belai kasih sayang darimu,
tanpa sosok seorang ayah,

Dalam hatiku ku selalu bertanya “Mengapa ku harus terlahir ke dunia hanya untuk mendapatkan caci makian dari orang – orang yang merasa diri suci menganggapku sebagai sampah masyarakat yang kotor tak berguna dan berdosa,
salahkah aku terlahir sebagai anak seorang pelacur dari rahim seorang wanita jalang”

Kini kusadari takdir tak seindah mimpiku…..
Tuhan izinkan mata yang buta ini menatap wajahnya walau hanya sejenak dan mulut yang bisu ini melafazkan kata “Ibu” memanggilnya untuk memelukku walau hanya didalam mimpi,mimpi yang sempurna,mimpi anak seorang pelacur
PENCURI BERDASI

Pencuri berdasi tak punya hati
Mencuri tanpa henti
Beraksi saat sepi
Sendiri atau beramai - ramai

Pencuri berdasi tak tahu diri
Mencuri tak pernah usai
Rasa malu telah mati
Dosa itu nanti

Pencuri berdasi tak pernah puas
Mencuri dengan buas
Senyum manis sebagai penghias
Wajah malaikat berhati iblis

Pencuri berdasi haus kekuasaan
Hukum sebagai pajangan
Menjatuhkan halal dilakukan
Ingkar janji telah didengungkan

Pencuri berdasi tak kenal lelah
Mencuri begitu indah
Banyak harta berfoya – foya
Masuk surga adalah cita – cita

Pencuri berdasi masihkan engkau berdasi,,,?
Sopan santun bersahaja terhormat dan berwibawa

Ku tak percaya dengan apa yang terjadi
Berlinang air mata jatuh basahi bumi
Menatap dirimu yang melangkah Jauh
Hilang dari tatapan mata

Mengapa kau hadir hanya untuk meninggalkanku
Ketika ku yakin kaulah cinta sejati
Kau ucap kata pisah saat semua terasa indah
Kini kusadari Kau tak lagi bersamaku

Tak pernah terlintas dalam pikiranku
jalani hari tanpa dirimu
Meski tak mudah tuk Melupakanmu
Kucoba gantikanmu dengan yang lain

Kenangan indah denganmu telah kukubur
Namun Entah mengapa bayangmu seakan tak ingin pergi
hati ini Selalu berpihak padamu
meski kau telah ada yang memilik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar